Kue Gandus Palembang
Makanan & Minuman

Kue Gandus Palembang: Resep, Sejarah, dan Rahasia Gurih Khas Bumi Sriwijaya

Kue Gandus Palembang

Kue Gandus Palembang menyimpan kekayaan rasa dan sejarah yang patut kamu kenali lebih dalam. Jajanan basah tradisional ini telah menemani perjalanan kuliner Nusantara selama ratusan tahun. Jika selama ini kamu hanya mengenal Palembang melalui pempek dan tekwan, sudah saatnya memperkaya wawasan kuliner dengan kudapan gurih satu ini. Tepung beras dan santan berpadu menghasilkan tekstur lembut yang berpadu sempurna dengan taburan gurih di atasnya. Mari telusuri keunikan Kue Gandus Palembang, mulai dari sejarahnya yang sarat makna hingga cara membuatnya di rumah.

Sejarah dan Makna di Balik Kelembutan Kue Gandus

Kue Gandus Palembang menyimpan cerita panjang yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Sumatera Selatan sejak sekitar 500 tahun lalu. Buku Perkembangan Makanan Tradisional Indonesia Berbahan Tepung Beras mencatat bahwa kue ini berkembang melalui pengaruh budaya Cina dan Eropa yang pernah hadir di Palembang pada masa lampau.

Pada era Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823), Kue Gandus menjadi bagian dari jamuan khusus untuk para tamu di lingkungan keraton. Kemewahan kue ini pada masa itu tercermin dari penggunaan susu kerbau sebagai bahan pembuatnya. Para dosen dan sejarawan meyakini bahwa kudapan khas kesultanan ini mulai dikenal luas oleh masyarakat di luar Palembang ketika terjadi pelarian Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom beserta keluarganya ke beberapa daerah, termasuk Ogan, sekitar abad ke-19.

Warna putih pada Kue Gandus sarat akan makna filosofis yang mendalam. Warna tersebut melambangkan kesucian dan kebersihan hati, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan serta adat istiadat masyarakat Palembang. Rasa gurihnya merepresentasikan kebijaksanaan dan kearifan lokal dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi sajian yang bermakna. Karena itulah Kue Gandus kerap hadir dalam berbagai acara adat, hajatan, hingga momen keagamaan seperti bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Perbedaan Kue Gandus dan Kue Talam: Dua Saudara yang Berbeda Rasa

Kamu mungkin sempat bingung membedakan Kue Gandus dengan kue talam karena tampilannya yang sekilas mirip. Keduanya sama-sama terbuat dari tepung beras dan santan dengan tekstur yang lembut. Akan tetapi, perbedaan paling mendasar terletak pada cita rasa.

Kue Gandus Palembang hadir dengan rasa gurih yang dominan berkat penggunaan garam dan taburan bahan asin seperti ebi, ayam cincang, atau udang kering. Sebaliknya, kue talam dikenal dengan rasa manis yang berasal dari gula merah atau gula pasir. Masyarakat Palembang sendiri lebih akrab menyebut jajanan gurih ini dengan nama Kue Gandus, bukan kue talam asin. Perbedaan ini menjadi ciri khas yang membuat Kue Gandus mudah dikenali di antara aneka kue basah lainnya.

Resep dan Cara Membuat Kue Gandus Palembang di Rumah

Kabar baiknya, kamu tidak perlu terbang ke Palembang untuk menikmati kelezatan Kue Gandus. Proses pembuatan kue ini di rumah ternyata cukup mudah dan bahan-bahannya pun mudah ditemukan. Berikut resep lengkap yang bisa kamu praktikkan.

Bahan-Bahan Adonan

BahanTakaran
Tepung beras200-250 gram
Santan kental400-850 ml
Garam halus½ sendok teh
Daun pandan1 lembar

Bahan Taburan (Topping)

BahanTakaran
Ebi (udang kering)25 gram, rendam lalu haluskan
Bawang merah goreng2-3 sendok makan
Daun seledri2 batang, iris halus
Cabai merah1 buah, iris tipis (sesuai selera)

Langkah-Langkah Membuat

  1. Rebus santan bersama garam dan daun pandan hingga mendidih. Angkat, dinginkan, lalu buang daun pandan.
  2. Campur adonan: Tuang santan hangat ke dalam wadah berisi tepung beras secara perlahan sambil terus diaduk hingga adonan licin dan tidak bergerindil.
  3. Siapkan loyang ukuran 20×20 cm yang sudah diolesi minyak. Tuang adonan ke dalamnya.
  4. Kukus pertama selama 15-25 menit hingga adonan matang dan set.
  5. Buat taburan: Sambil menunggu, tumis atau sangrai ebi yang sudah dihaluskan bersama irisan cabai, seledri, dan bawang goreng.
  6. Kukus kedua: Setelah kue setengah matang, taburkan bahan taburan di atas permukaannya secara merata. Kukus kembali selama 15 menit hingga semua bahan menempel sempurna.
  7. Dinginkan dan potong: Angkat loyang, tunggu hingga dingin, lalu potong-potong sesuai selera. Kue Gandus siap dihidangkan.

Kue Gandus paling nikmat disajikan sebagai kudapan sore ditemani secangkir teh hangat bersama keluarga. Kamu juga bisa menyajikannya bersama aneka pempek untuk pengalaman kuliner Palembang yang lebih lengkap.

Tips Menyajikan Kue Gandus agar Semakin Istimewa

Agar pengalaman menikmati Kue Gandus semakin berkesan, kamu bisa mencoba beberapa tips berikut:

  • Sajikan Kue Gandus selagi hangat untuk mendapatkan tekstur terbaik
  • Padukan dengan aneka pempek seperti pempek kapal selam, pempek kulit, atau pempek lenjer untuk sajian khas Palembang yang komplit
  • Tambahkan kue lumpur gurih atau kue-kue basah lainnya sebagai pelengkap
  • Nikmati bersama teh hangat atau es teh manis di sore hari bersama keluarga

Selamat mencoba, dan biarkan setiap gigitan Kue Gandus mengingatkanmu pada kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu!

Baca juga:

FAQ

1. Apa perbedaan utama antara Kue Gandus dan kue talam?

Perbedaan terletak pada rasa. Kue Gandus memiliki cita rasa gurih karena menggunakan garam dan taburan bahan asin seperti ebi atau ayam, sedangkan kue talam memiliki rasa manis. Di Palembang, masyarakat menyebut jajanan gurih ini sebagai Kue Gandus, bukan kue talam asin.

2. Apa makna filosofis di balik warna putih Kue Gandus?

Warna putih pada Kue Gandus melambangkan kesucian dan kebersihan hati yang menjunjung nilai keagamaan dan adat istiadat masyarakat Palembang. Inilah sebabnya kue ini sering dihadirkan dalam berbagai acara adat dan keagamaan.

3. Apakah Kue Gandus hanya ada di Palembang?

Meskipun merupakan kue khas Palembang, Kue Gandus juga dapat dijumpai di daerah Bangka. Penyebarannya diperkirakan terjadi melalui migrasi masyarakat Palembang ke berbagai daerah, terutama saat pelarian Sultan Palembang ke sejumlah wilayah pada abad ke-19.

4. Mengapa Kue Gandus sering disebut sebagai jajanan “mewah” pada masa lalu?

Pada era Kesultanan Palembang Darussalam, Kue Gandus menjadi bagian dari jamuan khusus untuk para tamu keraton. Kemewahannya tercermin dari penggunaan susu kerbau sebagai bahan pembuatnya, yang pada masa itu tergolong bahan premium.

5. Di mana biasanya Kue Gandus dijual?

Kue Gandus banyak dijajakan di pasar-pasar tradisional Palembang, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu takjil. Salah satu tempat yang terkenal adalah Pasar Cinde, Palembang, yang menyediakan berbagai ragam kue khas Sumatera Selatan.